Senin, 28 Maret 2016

Memperkecil Kematian Anak Kelinci


Kelinci setelah mengalami kelahiran merupakan hal yang sangat riskan terhadap kematian, agar bayi kelincinya tetap hidup sampe saat sapih dibutukan perhatian yang ekstra dalam merawatnya. Hal yang perlu diperhatikan adalah setelah kelinci melahirkan kita harus siapakan air minum yang cukup karena dalam proses kelahiran nantinya akan membutuhkan tenaga yang besar sama dengan manusia, jadi kelinci akan kecapean, kehilangan tenaga, supaya tidak mengalami dehidrasi yang parah dikasih air minum yang cukup.

Anak kelinci yang berumur 1-7 hari sangat riskan terhadap hama tikus, karena masa-masa itu tikus bisa memakannya. Untuk mengatasinya kandang harus di rancang sedemikian rupa agar tikus tidak dapat masuk ke dalam kandang, jadi bahan kandang yang baik adalah menggunakan bahan setrimin.

Kemudian yang terakhir memberikan pakan secukupnya, karena pada masa ini biasanya kelinci nafsu makannya akan bertambah jadi jangan sampai pakan habis, karena nantinya akan mempengaruhi produksi susu yang di hasilkan untuk memenuhi kebutuhan bayi kelinci tersebut akan terganggu, sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan anak kelinci.

Cara Mengobati Kelinci Kembung dan Mencret


Pernahkah kita melihat kelinci peliharaan kita tampak murung? tidak napsu makan dan kotorannya menjadi lembek atau mencret. Salah satu kendala dalam memelihara kelinci adalah terserangnya suatu penyakit. Salah satu penyakit yang sering menyerang kelinci adalah kembung dan mencret. Walau pun penyakit ini tidak termasuk penyakit yang berat namun sering kali kembung dan mencret menyebabkan kematian pada kelinci kesayangan kita. Tapi tenang jangan panik jika sobat mengalaminya, kita coba bahas penyebab dan cara mengatasi kembung dan mencret ini.
Cara Mengobati Kelinci Kembung dan Mencret

  • Kelinci yang mati akibat kembung
Bagi sebagian kecil penghobi kelinci terutama para pemula, tentu akan merasa kebingunan bagaimana bisa mengetahui kelinci kita kena kembung dan mencret,!?. Untuk menekan kematian yang disebabkan kembung dan mencret ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengetahui lebih dini dan memberikan pengobatan, yaitu : Kotoran kelinci cair atau lembek dan tidak seperti biasanya, terlihat cenderung menyendiri jika berkoloni, lebih sering berdiam diri, matanya terlihat sayu, porsi makan cenderung menurun, perut terlihat lebih gemuk dari biasanya, suhu badan lebih dingin terutama bagian telinga dan perut. Jika melihat ciri-ciri tersebut kita harus waspada tapi jangan panik.
Nah, sebelum mengobati perlu kita ketahui terlebih dahulu penyebabnya agar setelah mengobati tidak terkena kembali. Kembung dan mencret sebenarnya adalah dua penyakit yang berbeda namun biasanya terjadinya saling berkaitan, mencret dulu baru kembung. Faktor yang paling utama penyebab kembung dan mencret ini adalah faktor makanan dan daya tahan kelinci itu sendiri. Ini dapat dilihat umumnya kelinci yang terserang adalah kelinci yang berumur dibawah tiga bulan, kenapa? karena kelinci di bawah tiga bulan daya tahannya cenderung masih lemah sedangkan pengetahuan terhadap kelinci masih minim. Ini juga jawaban dari paradigma kenapa memelihara kelinci pada umumnya cepat mati.
Dalam hal makanan / pakan, pakan padat (serat kasar) yang berlebih, sayur mayur yang berlebih bisa menjadi penyebab terlebih lagi sayur yang mengandung gas seperti kangkung, kol, sawi dan sebagainya. Perlu di ingat sayur tersebut tidak berbahaya tapi pola makan si kelinci dan daya tahan tubuhnyalah yang menyebabkan sayuran tersebut bisa menjadi berbahaya. Selain faktor pakan dan daya tahan tubuh, cuaca juga mempengaruhi seperti awal-awal musim penghujan dan angin.
Untuk pencegahan terjadinya kembung, perhatikan komposisi dan porsi makanan untuk kelinci, jaga kebersihan kandang walaupun pada dasarnya penyakit ini tidak menular secara langsung namun rawan mengundang bakteri yang dapat menimbulkan bibit penyakit yang dihawatir kan dapat mengenai kelinai yang sehat.
Bagaimana kalau kelinci kita terlanjur terkena kembung dan mencret? ada beberapa cara atau metode yang dapat dilakukan, biasanya tiap orang mempunyai trik tersendiri yang menurut mereka lebih enak dilakukan namun hasiatnya sama.
Pemijatan, karena kembung disebabkan oleh pencernaan yang tidak sempurna dan menyimpan gas pada usus sikelinci meresa kesulitan dalam buang kotoran normal, maka pemijatan di bagian perut secara perlahan dan teratur dapat membantu menurunkan gejala kembung ini. Namun cara ini memerlukan ketelatenan dan kesabaran.
Pakan Alami, jika kelinci masih mau makan dan ditemukan gejala-gejala kembung atau sudah terkena kembung dan mencret bisa diberi obat alami yaitu berupa daun pepaya atau daun pisang. Ganti pakan yang biasa berikan dengan Uraniwarabbit.
Ramuan tradisional. Ada banyak ramuan tradisional yang dapat dijadikan obat alternatif diantaranya temu lawak, bawang putih, jahe, dan lain-lain. Misalnya jahe. Caranya jahe ditumbuk atau di parut lalu campurkan dengan gula merah dan godok dengan air secukupnya kemudian disaring. Air saringan tersebut cekokan pada kelinci.
Obat Kimia, untuk obat kimia ini ada yang khusus untuk kelinci seperti :
  • Mencret : Intertrim LA ( Suntik ) or Intertim Oral ( Product : Interchemie Holland )
  • Kembung : Permenthyl 5% atau Enroten ( TMC ). atau Rebung.
berhubung obat diatas jarang yang jual, banyak yang mencoba dengan obat-obat untuk manusia dan ternyata berhasil. Obat-obat tersebut antar lain: Tolak Angin + Madurasa , Diapet, Bidium, Cotrimozazole sirop dan lain.
Semoga artikel singkat ini dapat menambah wawasan tentang kelinci dan bisa bermanfaat untuk kita semua

Minggu, 27 Maret 2016

Penyakit Kelinci dan cara mengobatinya

Keberhasilan dalam beternak kelinci salah satunya adalah bagaimana pencegahan terjadinya penyakit dan pengobatannya. Dibawah ini beberapa penyakit yang menimpa kelinci dan pencegahan dan pengobatannya .

A. Luka
  • Penyebabnya : macam luka disini karena digigit tikus, kucing , anjing atau terkena benda tajam lainnya.
  • Pencegahan : tempatkan kelinci pada tempat yang aman dari gangguan predator ( tikus, kucing atau anjing dan kandang yang aman dari benda tajam ( kawat yang putus atau alas ataupun didinding kandang yang rusak ) ataupun kelinci yang diumbar diluar kandang
  • Pengobatan : bersihkan luka dengan air hangat , cukur bulu sekitar luka . Untuk mematikan bakteri pada luka menggunakan rivanol atau garam. Kemudian diberikan obat merah/betadine dengan merata pada luka.
B. Radang Mata ( Kornea Mata )
  • Penyebab : infeksi karena kornea mata terkena benda tajam ( lembaran rumput atau benda tajam yang lain ) , karena kekurangan vitmin A sehingga berakibat tekanan pada gigi yang berakibat mata berair
  • Pencegahan : Pastikan kelinci berada pada kandang yang aman dan nyaman dari benda tajam, cek kualitas rumput sebelum dikasihkan ke kelinci ( pastikan rumput yang aman untuk dikosumsi )
  • Pengobatan : Pemberian obat yang mengandung Cephalexin Sismetik atau Cephalonium Topical , Obat salep mata topical
C. Tungau Telinga ( telinga berkerak dan bau )
  • Penyebab : Telinga muncul kerak bewarna coklat dan cairan berbau yang ditandai sebelumnya muncul bintik merah muda dan kelinci menggaruk-garuk telinga terus. Penyait ini dapat cepat menular dikarenakan binatang kecil yang namanya tungau
  • Pencegahan : (1) Pastikan kandang bersih, tidak becek dan lembab , (2) Tempat pakan dan minum harus bersih , pakan berair mudah menimbulkan tungau, (3) Kurangi kepadatan kandang koloni, (4) Pisahkan kelinci sakit supaya kelinci yang sehat supaya tidak tertular
  • Pengobatan : bersihkan telinga dengan air hangat dengan kain bersih dan oleskan minyak kelapa yang asli jangan bekas , atau obat lain dapat memakai pinisilin , atau antibiotik yang model injek ( lihat label " obat dan vitamin kelinci ")
D. Jamur Kulit
  • Penyebab : jamur di tandai pada kulit berwarna bintik - bintik merah dan bulu menebal kusut. Hal ini dikarenakan kandang yang kotor
  • Pencegahan : Kandang harus bersih
  • Pengobatan : Dibersihkan bagian yang terkena jamur dan cukur bulunya. sebelum dikasih obat salep kulit sebaiknya luka diobati dengan obat merah/yodium
E. Bisul
  • Penyebab : Darah kotor yang tersumbat atau infeksi kulit berupa benjolan yang membesar didalmnya berisi nanah dan terasa panas
  • Pencegahan : Kebersihan kandang , tempat makan dan minum menjadi syarat mutlak
  • Pengobatan :( 1 ) Tumbuk beberapa daun sosor bebek, saring airnya dan dicampur madu diminumkan, ( 2 ) cara ke dua ;daun lidah buaya dikupas kulitnya, dilumatkan tambah sedikit garam dan ditempelkan pada bisul , ( 3 ) cara ketiga ;bila cukup matang, bedah secara pelan-pelan sampai darah kotor keluar dan berikan obat merah
F. Tengeng ( Kepala kelinci miring/bengkok sebelah karena saraf )
  • Penyebab : ( 1 ) karena radang telinga ditandai dengan nyeri, demam, hilangnya pedengaran, telinga mendenging dan pusing , ( 2 ) kuman yang menyerang saraf kelinci . Dua hal itu berakibat kehilangan keseimbangan kepala, goncangan kepala secara tiba-tiba dan kekurangan makan.
  • Pencegahan : Memberi pola makan yang baik
  • Pengobatan : Pemberian antibiotik sesuai takaran
G. Kanibal ( induk kelinci memakan anaknya yang baru dilahirkan )
  • Penyebab : (1) Kurang amannya kandang dari gangguan tikus,kucing, anjing atau banyak dikunjungi orang, (2) Pola makan yang buruk dimasa kehamilan hingga melahirkan. Dua hal diatas dikarenakan induk kelinci merasa cemas dan takut kalau anaknya setelah lahir tidak bisa hidup dengan baik atau anak kelinci tidak aman
  • Pencegahan : (1) Kandang induk hamil dibauat min ukuran 60 x 70 cm , dan kotak melahirkan dibuat ukuran 30 x 30 cm , (2) Pakan standar dan bergizi, (3) Air minum selama kehamilan, melahirkan dan menyusui harus terjamin , jika perlu tambah vitamin , (4) Kandang aman dari ancaman tikus, kucing, ular maupun anjing, (5) Induk hamil yang mau melahirkan hindarkan terlalu banyak dikunjungi orang banyak, kecuali yang merawat tiap hari , (6) kebersihan kandang terjamin
H. Stres
  • Penyebab : (1) Kelinci sakit tanpa pengobatan, (2) Lingkungan yang berisik misal : berisik kendaraan, suara anjing gagak, banyaknya manusia , (3)Kelinci tidak diberikan kasih sayang / dielus-elus, (4) kandang kelinci sempit atau koloni kelinci terlalu banyak, (5) Pakan dan minum kualitasnya buruk , (6) Suhu dibawah 15 derajat atau diatas 26 derajat, (7) Perjalanan jauh tanpa perhatian
  • Akibat Stres : Kelinci mengalami gagal jantung/kematian langsung, asam lambung, sakit gigi, metabolisme karbohidrat pada usus terganggu, gagal hati/kematian langsung
  • Pengobatan : (1) Berikan Analgesik /penghilang rasa sakit, (2) berikan belaian kasih sayang dan jauhkan gangguan dari tikus, kucing, anjing atau kunjungan banyak orang, (3) Hindarkan lampu terang, sinar matahari dan bau menyengat, berikan ketenangan, (4) Berikan rumput yang berkualitas bagus
I. Radang Payudara ( Mastitis )
  • Penyebab : Hal ini ditandai dengan peradangan/pembengkakan pada payudara dengan warna kebiru-biruan ,tidak nafsu makan, pandangan hampa dan demam sampai 40 derajat lebih . Penyebabnya karena bakteri yang merusak jaringan puting susu, bakteri ini muncul karena kebersihan kandang dan kotak anak kelinci kondisinya buruk
  • Pencegahan : Kebersihan kandang dan kotak kelinci syarat mutlak yang harus dipenuhi
  • Pengobatan : (1) Bersihakan puting dengan air hangat, lap dengan cairan alkohol atau rivanol, pemberian obat disaat pagi hari dan pisahkan dengan anaknya , dan masukkan kembali pada saat sore hari , ( 2 ) pemberian anibiotik sesuai dengan takarannya
J. Penyakit koksidiosis

Salah satu kendala beternak kelinci yaitu penyakit koksidiosis, merupakan penyakit yang menyerang kelinci terutama umur muda (5-8minggu) sedang kelinci dewasa cenderung karier. Pada kelinci terdapat dua bentuk koksidiosis, yakni koksidiosis intestinal dan koksidiosis hati.Mortalitas 50 sampai 100%. Kasus banyak bersifat subklinis. Pada kasus klinis gejala yang nampak adalah: pembesaran abdomen, nafsu makan menurun, berat badan menurun, ikterus dan mencret. Pada kesempatan ini akan memaparkan etiologi, siklus hidup dan upaya
penanggulangannya.

K. KEMBUNG 
Penyakit ini sering menyerang anakan dibawah 2 bulan dan indukan yang hamil atau menyusui, apabila tidak ada penanganan yang cepat akan berakibat pada kematian.
Beberapa penyebab terjadinya kembung antara lain :
1. Kelinci mengalami asam lambung dan gas masuk ke dalam perut dan tidak bisa dikendalikan
2. Peralihan musim, dimana kelinci mengalami perut kosong
3. Pola makan tidak teratur dan kekurangan air minum
4. Perjalanan jauh yang menimpa anakan kelinci umur dibawah 2 bulan ,tanpa perhatian dalam makanan
5. Stress akibat kalah dominasi dari kelinci lain, ini akibat kelinci dalam kolono dengan ukuran dan usia yang berbeda sehingga kelinci yang kalah bersaing dalam makan berpotensi terjadi kembung
Kelinci yang kembung kelihatan malas makan dan cuek dengan lingkungan sekitar, tatapan mata kosong kedepan ,kaki depan menjulur kedepan , badan membungkuk dan perut membesar dengan kepala-kepala bergerak-gerak menahan sakit. Bila kembung semakin akut biasanya gigi bunyi gemertak karena menahan sakit

Ada 2 hal yang perlu diperhatiakn dalam melihat kelinci kembung, agar tidak salah pengobatannya :
1. Kelinci kembung terkandang ditandai berak/mencret cair bewarna biru kehijauan dan bau. 2 hari berak hilang dan biasanya kiata beranggapan bahwa kelinci sembuh dari mencret, tapi tiba-tiba perut kelinci menggelembung besar
2. Kelinci kembung tanpa ditandai berak/mencret bahkan seharian kelinci tidak keluar kotoran dan tiba-tiba perut menggelembung/membesar.
Pengobatan untuk penyakit kembung :
1. Untuk tindakan darurat sebaiknya memberikan pupus jambu, pupus pisang disertai garam secukupnya
2. Untuk secara oral kita dapat menggunakan arang batok kelapa
3. Pemberian antibiotik anti stess dengan merk Introvit, Enrofloxacin ( contoh norit ) pemakian secara oral
Pengalaman beberapa peternak ada yang menggunakan magasida dengan takaran 0,2 ml.

L. DIARE
Penyakit ini sering kita sebut mencret. Kelinci yang mengalami mencret dapat sembuh dan dapt juga mengalami kematian. Apabila kita tidak menangani secara tepat maka akan berakibat pada kematian pada kelinci. Agar kita tepat dan cepat bertindak menangani penyakit ini, kita harus mengetahui jenis diare/mencret yang dialami pada kelinci.

Ada beberapa jenis daire yang sering menyerang kelinci :

  1.   Diare Biasa dengan kotoran normal dan konsisten
  • Gejala : kotoran normal dan tidak dimakan kelinci dengan kondisi fases keras dan kondisi kelinci selera makannya bagus
  • Penyebab : Kegemukan, sakit gigi, Rematik, Radang sendi, penyakit kulit disekitar selakangan
      2. Diare biasa dengan kotoran lembut, cair dan konsisten
  •   Gejala : kotoran lembut tidak dimakan dengan kondisi butiran fases keras dan kondisi kelinci bagus
  • Penyebab : Perubahan makanan, tidak ada serat makan, pakan terlalu berair, stress
      3. Kokidiasis
  • Gejala : kelinci mengalami diare bervariasi dengan dari fases cair hingga fases lembut tapi banyak. Hal ini berakibat kelinci jadi pendiam, berat badan menurun.
  • Penyebab : parasit eimera , parasit ini muncul dikarenakan tempat yang sesak, kotor dan lembab. Parasit ini menyerang usus dan sistem pencernaan . Kelinci yang terinfeksi mengalami Oosista ( ini menyerang anakan kelinci diatas 21 hari dikarenakan kandang yang jorok pada waktu penggantian musim )
  • Pencegahan : (1) Kandang harus bersih dari kotoran sekecil apapun, (2) Kandang tidak boleh kotor, basah dan lembab pada musim kemarau, (3) Pindahkan kelinci ke kandang yang lain dan kandang diberi vaksin setiap sudut sampai bersih
  • Pengobatan : (1) Untuk kelinci yang nafsu makannya baik, berikan obat sulpha khususu hewan dan berikan makanan yang bergizi , (2) Obat pediatric suspensian produk trimethoprim/sulfamethoxazole sesuai dosis, (3)Obat alami : 3 daun pupus jambu klutuk, 2 pupus daun pepaya, pupus daun pisang secukupnya, garam sepucuk sendok teh, adu satu sendok teh. Tumbuk daun-daun tersebut dan peras , diambil airnya dicampur dengan garam dan madu dengan air hangat. Berikan secara oral ke mulut kelinci dengan suntikan ( tanpa jarum)
     4. Mucoid Enteropathy
  • Gejala : tidak ada fases keras , diare dan lendir bercampur, tidak ada fases yang keluar pada tahap berikutnya. Ciri-cirinya : perut kembung, badan membungkuk, pediam dan perut bersuara gemerutuk
  • Penyebab : kelinci mengalami stress karena kondisi lingkungan yang tidak baik, udara terlalu panas, peralihan cuaca yang mendadak, perjalanan jauh, ancaman hewan buas, dan kelinci kalah dominan di satu kandang koloni. Kasus ini sering menimpa kelinci dibawah 2 bulan dan indukan kelinci yang menyusui.
  • Pengobatan : Sebelum terjadinya penyakit ini alangkah baiknya dilakukan pencegahan terlebih dahulu. Untuk pengobatan baiknya dilakukan pengobatan secara alami seperti penanganan kokidiasis atau juga seperti penanganan penyakit kembung.

Rumput dan Tanaman untuk Pakan Kelinci

Kelinci Anggora sedang makan
Kelinci Anggora
Kelinci adalah hewan yang lucu, imut dan menggemaskan. Untuk itu, kita tidak mau kelinci yang kita sayangi sakit atau mati karena kesalahan memberi pakan. Secara umum pakan kelinci adalah pelet, rumput, umbi-umbian, biji-bijian dan sayuran. Berikut ini akan diuraikan beberapa macam rumput / tanaman untuk pakan kelinci yang mudah ditemukan di sekitar kita.

1. Rumput Kering

Rumput kering bisa diperoleh dari kebun belakang rumah, jangan lupa dilayukan dulu, agar kandungan airnya berkurang, supaya kelinci tidak mencret.

Rumput Kering Pakan Kelinci
Rumput Kering

2. Legetan

Orang sunda biasa menamakannya sintrong / jalitrong. Rumput ini sangat disukai kelinci dan banyak tumbuh liar di kebun.

Legetan, Sintrong, Jalitrong

Legetan

3. Ubi Jalar

Ubi jalar juga merupakan makanan yang sangat disukai kelinci, ubi jalar (daun dan umbinya) bisa diberikan kepada kelinci kesayangan kita.

Ubi Jalar Pakan Kelinci
Ubi Jalar

4. Pepaya

Daun pepaya baik diberikan kepada kelinci kesayangan kita. Selain daunnya yang berfungsi sebagai obat, buahnya juga dapat diberikan sebagai tambahan vitamin.

Pepaya pakan kelinci
Pepaya

5. Daun Singkong

Daun singkong / ketela pohon dapat juga diberikan kepada kelinci dengan syarat harus dilayukan dulu supaya racun / getahnya hilang (berkurang). Sebaiknya diberikan sebagai makanan tambahan saja.

Singkong pakan kelinci
Singkong / Ketela Pohon

6. Pisang

Pisang (yang telah masak) dan daunnya bisa juga diberikan kepada kelinci sebagai makan tambahan.

Pisang pakan kelinci
Pisang

7. Rumput Tegalan / Gulma

Rumput Tegalan / Gulma banyak ditemukan di kebun dan pinggir pematang sawah. Rumpu jenis ini mengandung serat yang tinggi dan sangat bagus diberikan kepada kelinci.

Rumput Tegalan / Gulma Pakan Kelinci
Rumput Tegalan / Gulma

Pakan Yang Harus Diwaspadai Untuk Kelinci

Tumbuh-tumbuhan yang disukai oleh kelinci umumnya baik untuk kelinci, namun ada beberapa yang justru menjadi racun bagi kelinci. Beberapa tanaman, tumbuhan maupun buah-buahan yang sebaiknya diwaspadai untuk pakan kelinci:
1. Rumput Gajah
Rumput-rumputan sejatinya baik untuk kelinci, kandungan serat-kasarnya bagus. Namun tekstur rumput gajah yang tajam berbahaya bagi kelinci. Lidah dan tenggorokan kelinci bisa terluka akibat mengunyah. Walaupun bisa dikeringkan dua hari terlebih dahulu kemudian dipotong-potong lembut, namun bila terlalu kering aroma segar hilang dan kelinci kurang tertarik. Rumput gajah lebih cocok dibuat campuran bahan pelet. Sedangkan bunga rumput gajah aman diberikan sebagai gizi tambahan dalam jumlah sedikit.

2. Wortel
Menurut RSPCA, wortel tidak baik untuk kelinci sebab kandungan gula dalam wortel sangat tinggi sehingga hanya boleh diberikan sesekali saja pada kelinci. Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Bristol University menemukan tingkat pertumbuhan yang tidak wajar dan masalah pada pencernaan kelinci yang diakibatkan oleh mengkonsumsi wortel secara berlebihan.
3. Kangkung
Kangkung termasuk kedalam golongan serat-kasar tinggi yang menyulitkan pencernaan kelinci. Kangkung juga termasuk tanaman berbambu. Tanaman berbambu berpotensi menyimpan gas dan juga bakteri. Selain itu kangkung dapat menimbulkan bau menyengat bagi kencing kelinci. Pemberian kangkung harus kering dan hanya boleh sedikit sebagai campuran. Dalam jangka pendek mungkin tidak masalah, tetapi jangka panjang sangat tidak dianjurkan.
4. Daun Petai Cina/Lamtoro
Sejumlah percobaan laboratorium yang dilakukan oleh BPPT dalam pemanfaatan lamtoro/petai cina dan diketahui bahwa lamtoro memiliki kandungan protein yang cukup, akan tetapi lamtoro memiliki kandungan zat racun yaitu perontok bulu (mimosine). Oleh karena itu, sebaiknya pemberian daun lamtoro hanya sedikit dan diberikan sebagai campuran bahan makanan. 
5. Bayam
Kelinci biasa menyantapnya mulai dari daun sampai batang dan bunganya, akan tetapi ingat jangan memberikan bayam terlalu berlebihan kepada kelinci, dipercaya bayam mengandung kadar kalsium oksalat yang tinggi, pada manusia hal ini berakibat terbentuknya batu ginjal dan kadar oksalat mampu menimbulkan nyeri-nyeri pada tubuh. Pada kelinci memang kami sendiri belum mengetahui efeknya secara pasti, akan tetapi lebih baik memberikan porsi yang wajar untuk pencegahan sebuah masalah.
6.Kubis/Kol
Kandungan serat-kasar pada kol terlalu tinggi, terlebih bagi kelinci anakan. Selain itu dapat mengakibatkan kelinci menjadi kembung. Kematian pada kelinci sering terjadi setelah mengalami gejala kembung.

Jumat, 25 Maret 2016

Fermentasi Ampas Tahu Untuk Pakan Kelinci

Foto Mukti Abadi. PROSES

Untuk dijadikan substitusi bahan pakan, bahan mesti diproses dulu supaya nilai gizinya meningkat dan daya simpannya bisa lama, berbulan-bulan :
  1. Harus diperas dulu agar kering, kadar airnya diturunkan menjadi <15% (foto 1); 
  2. Bisa pakai alat pres elektrik dengan daya tekan sampai dengan 500 kg (foto 2); 
  3. Kalau dijemur, kelamaan, bisa keburu membusuk; 
  4. Setelah diperas dimana kadar airnya tinggal <15%, dilanjut dengan proses fermentasi secara tertutup.
Foto Mukti Abadi. 


FERMENTASI TERTUTUP
Bahan dan alat-alat :
  1. Bahan kering tsb di atas (kadar air <15%)...135,0 kg
  2. Win_Prob In Vitro 1,0 liter
  3. Air steril dari depo air isi ulang 39,0 liter
  4. Total 175,0 kg
  5. Sediakan timba kapasitas 50 liter untuk tempat melarutkan dan mengaduk bahan nomor 2 dan 3;
  6. Sediakan mesin mixer atau bila manual bisa pakai alat pengaduk sekrop;
  7. Drum plastik berpenutup dan cincin pengunci untuk fermentor, kapasitas 150 liter.
CARA MENCAMPUR MANUAL
  1. Bersihkan lantai, di-pel dan disterilkan pakai obat pel isi Lisol atau Karbol, biarkan kering dan bersihkan dan sterilkan semua alat yang akan dipakai fermentasi (sekrop, drum, tangan dan kaki tenaga kerja);
  2. Bahan yang sudah diperas jadi kering, kadar air <15%, dihampar di lantai yang sudah bersih dan steril, setebal -/+ 20 cm, bagian tengahnya dibentuk kawah;
  3. Larutan nomor 2 dan 3, diaduk rata, dituang di kawah bahan;
  4. Pelan-pelan diaduk seperti mengaduk semen + pasir, diaduk-aduk 2 - 3 kali sampai rata;
  5. Bahan yang sudah diperas jadi kering, kadar air <15%, dihampar di lantai yang sudah bersih dan steril, setebal -/+ 20 cm, bagian tengahnya dibentuk kawah; terlalu basah. Harus ditambah bahan bahan baku pakan secukupnya, diaduk ulang, di-tes lagi. Bila bahan yang digenggam "kepyar", kadar air kurang. Tambahkan air secukupnya, diaduk ulang dan di-tes lagi. Nanti perbandingannya bisa dipakai sebagai referensi untuk proses berikutnya;
  6. Bila kadar air sudah tepat, masukkan hasil adukan nomor 4 ke dalam drum fermentor dimana setiap 5 sekrop diinjak-injak sampai padat dan selanjutnya dimasukkan sampai penuh, rata permukaan drum;
  7. Pasang plastik untuk "seal" agar kedap, pasang penutup drum serta ring penguncinya;
  8. Biarkan dalam pemeraman selama minimum 4 minggu supaya fermentasinya benar-benar matang. Ciri khas hasil fermentasi yang matang adalah baunya harum, manis dan asam seperti tape singkong ala Bondowoso;
  9. Bagusnya, dalam kondisi tetap tertutup dan kedap, bisa disimpan selama 24 bulan, dengan kualitas stabil bila fermentasinya menggunakan Win_Prob In Vitro dan prosesnya baik dan benar;
  10. Setelah itu bisa diberikan untuk substitusi pakan komplit dari pabrik :
> untuk pakan unggas starter, komposisinya 10% (90 kg pakan komplit + 10 kg ampas tahu fermnentasi);
> untuk pakan unggas finisher, komposisinya 20% (80 kg pakan komplit + 20 kg);
> untuk ternak sapi dan herbivora yang lain, bisa diberikan sebanyak 20% dalam konsentrat.

Senin, 21 Maret 2016

Manfaat Daging Kelinci

9 Manfaat Daging Kelinci Bagi Tubuh
Jika kelinci biasanya dekat dengan manusia sebagai hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan, maka lambat laun kelinci mulai diambil dagingnya untuk diolah menjadi makanan yang lezat dan kaya akan gizi. Olahan pada daging kelinci yang umum yang banyak ditemui, dalam bentuk sate kelinci.
Daging kelinci adalah salah satu daging yang belum banyak dikonsumsi orang, namun siapa sangka jika ternyata memiliki manfaat daging kelinci bagi kesehatan. Berikut ini adalah manfaat yang akan didapatkan jika rutin mengkonsumsi daging kelinci :
1. Kaya Nutrisi Untuk Tubuh
Daging kelinci adalah daging yang memiliki kandungan lemak yang tak jenuh. Lemak tak jenuh adalah lemak yang baik untuk kesehatan tubuh. Selain terdapat didalam daging kelinci. lemak tak jenuh juga terdapat didalam manfaat ikan. Selain lemak tak jenuh, daging kelinci juga memiliki kandungan yang bermanfaat untuk tubuh seperti protein, kolestrol, dan natrium.
2. Mengoptimalkan Pertumbuhan Anak
Kandungan protein yang terkandung pada daging kelinci sangat membantu perkembangan anak. Pemerintah juga pernah menjadikan daging kelinci sebagai bagian dari program pemerintah yang nertujuan untuk memperbaiki gizi bagi seluruh masyarakat Indonesia, namun sayangnya program tersebut kini tidak terdengar lagi gaungnya. Daging kelinci sangat layak untuk dikonsumsi seperti halnya manfaat daging sapi, manfaat daging ayam, atau manfaat daging kambing.
3. Menyehatkan Orang Lanjut Usia
Kandungan protein yang terdapat dalam daging kelinci sangat baik untuk menjaga kesehatan para lansia. Hal ini berguna untuk para lansia agar lebih sehat dan bugar, sehingga akan panjang umur. Selain mengkonsumsi daging, namun harus dibarengi dengan manfaat sayur-sayuran atau manfaat buah-buahan, agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap seimbang.
4. Menyembuhkan Penyakit Asma
Bagi penderita asma, penyakitnya ini tentunya sangat mengganggu aktivitas. Cara menyembuhkan penyakit asma secara berkala dan alami, dengan mengkonsumsi daging kelinci secara rutin. Hal ini terjadi karena adanya senyawa molekul yang dimiliki oleh hati kelinci yang bisa menghilangkan penyakit asma. Daging kelinci tersebut dapat dikonsumsi dengan cara direbus supaya kandungan gizinya tidak hilang.
5. Menjaga Kesuburan Wanita dan Vitalitas Laki-laki
Bagi perempuan juga bisa rutin untuk mengkonsumsi daging kelinci ini untuk menjaga kesuburan. Selain menjaga kesuburan, daging kelinci juga baik untuk menjaga vitalitas laki-laki. Adapun bagian otak kelinci yang dapat mempengaruhi kesehatan keduanya, sehingga energi yang di dalam daging kelinci bisa terserap lebih banyak berdasarkan jumlah protein yang dikonsumsi
Adapun manfaat lain dari mengkonsumsi daging kelinci yang belum banyak diketahui adalah sebagai berikut :
  1. Mengurangi risiko kolesterol dalam darah
  2. Meningkatkan jumlah natrium di dalam tubuh
  3. Dapat diolah menjadi makanan seperti  bakso, burger, nugget, tongseng, bakso tahu, abon dan kerupuk kulit
  4. Pembuatan serat pakaian yang terbuat dari kulit dan bulu kelinci