Minggu, 27 Maret 2016

Pakan Yang Harus Diwaspadai Untuk Kelinci

Tumbuh-tumbuhan yang disukai oleh kelinci umumnya baik untuk kelinci, namun ada beberapa yang justru menjadi racun bagi kelinci. Beberapa tanaman, tumbuhan maupun buah-buahan yang sebaiknya diwaspadai untuk pakan kelinci:
1. Rumput Gajah
Rumput-rumputan sejatinya baik untuk kelinci, kandungan serat-kasarnya bagus. Namun tekstur rumput gajah yang tajam berbahaya bagi kelinci. Lidah dan tenggorokan kelinci bisa terluka akibat mengunyah. Walaupun bisa dikeringkan dua hari terlebih dahulu kemudian dipotong-potong lembut, namun bila terlalu kering aroma segar hilang dan kelinci kurang tertarik. Rumput gajah lebih cocok dibuat campuran bahan pelet. Sedangkan bunga rumput gajah aman diberikan sebagai gizi tambahan dalam jumlah sedikit.

2. Wortel
Menurut RSPCA, wortel tidak baik untuk kelinci sebab kandungan gula dalam wortel sangat tinggi sehingga hanya boleh diberikan sesekali saja pada kelinci. Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Bristol University menemukan tingkat pertumbuhan yang tidak wajar dan masalah pada pencernaan kelinci yang diakibatkan oleh mengkonsumsi wortel secara berlebihan.
3. Kangkung
Kangkung termasuk kedalam golongan serat-kasar tinggi yang menyulitkan pencernaan kelinci. Kangkung juga termasuk tanaman berbambu. Tanaman berbambu berpotensi menyimpan gas dan juga bakteri. Selain itu kangkung dapat menimbulkan bau menyengat bagi kencing kelinci. Pemberian kangkung harus kering dan hanya boleh sedikit sebagai campuran. Dalam jangka pendek mungkin tidak masalah, tetapi jangka panjang sangat tidak dianjurkan.
4. Daun Petai Cina/Lamtoro
Sejumlah percobaan laboratorium yang dilakukan oleh BPPT dalam pemanfaatan lamtoro/petai cina dan diketahui bahwa lamtoro memiliki kandungan protein yang cukup, akan tetapi lamtoro memiliki kandungan zat racun yaitu perontok bulu (mimosine). Oleh karena itu, sebaiknya pemberian daun lamtoro hanya sedikit dan diberikan sebagai campuran bahan makanan. 
5. Bayam
Kelinci biasa menyantapnya mulai dari daun sampai batang dan bunganya, akan tetapi ingat jangan memberikan bayam terlalu berlebihan kepada kelinci, dipercaya bayam mengandung kadar kalsium oksalat yang tinggi, pada manusia hal ini berakibat terbentuknya batu ginjal dan kadar oksalat mampu menimbulkan nyeri-nyeri pada tubuh. Pada kelinci memang kami sendiri belum mengetahui efeknya secara pasti, akan tetapi lebih baik memberikan porsi yang wajar untuk pencegahan sebuah masalah.
6.Kubis/Kol
Kandungan serat-kasar pada kol terlalu tinggi, terlebih bagi kelinci anakan. Selain itu dapat mengakibatkan kelinci menjadi kembung. Kematian pada kelinci sering terjadi setelah mengalami gejala kembung.

Jumat, 25 Maret 2016

Fermentasi Ampas Tahu Untuk Pakan Kelinci

Foto Mukti Abadi. PROSES

Untuk dijadikan substitusi bahan pakan, bahan mesti diproses dulu supaya nilai gizinya meningkat dan daya simpannya bisa lama, berbulan-bulan :
  1. Harus diperas dulu agar kering, kadar airnya diturunkan menjadi <15% (foto 1); 
  2. Bisa pakai alat pres elektrik dengan daya tekan sampai dengan 500 kg (foto 2); 
  3. Kalau dijemur, kelamaan, bisa keburu membusuk; 
  4. Setelah diperas dimana kadar airnya tinggal <15%, dilanjut dengan proses fermentasi secara tertutup.
Foto Mukti Abadi. 


FERMENTASI TERTUTUP
Bahan dan alat-alat :
  1. Bahan kering tsb di atas (kadar air <15%)...135,0 kg
  2. Win_Prob In Vitro 1,0 liter
  3. Air steril dari depo air isi ulang 39,0 liter
  4. Total 175,0 kg
  5. Sediakan timba kapasitas 50 liter untuk tempat melarutkan dan mengaduk bahan nomor 2 dan 3;
  6. Sediakan mesin mixer atau bila manual bisa pakai alat pengaduk sekrop;
  7. Drum plastik berpenutup dan cincin pengunci untuk fermentor, kapasitas 150 liter.
CARA MENCAMPUR MANUAL
  1. Bersihkan lantai, di-pel dan disterilkan pakai obat pel isi Lisol atau Karbol, biarkan kering dan bersihkan dan sterilkan semua alat yang akan dipakai fermentasi (sekrop, drum, tangan dan kaki tenaga kerja);
  2. Bahan yang sudah diperas jadi kering, kadar air <15%, dihampar di lantai yang sudah bersih dan steril, setebal -/+ 20 cm, bagian tengahnya dibentuk kawah;
  3. Larutan nomor 2 dan 3, diaduk rata, dituang di kawah bahan;
  4. Pelan-pelan diaduk seperti mengaduk semen + pasir, diaduk-aduk 2 - 3 kali sampai rata;
  5. Bahan yang sudah diperas jadi kering, kadar air <15%, dihampar di lantai yang sudah bersih dan steril, setebal -/+ 20 cm, bagian tengahnya dibentuk kawah; terlalu basah. Harus ditambah bahan bahan baku pakan secukupnya, diaduk ulang, di-tes lagi. Bila bahan yang digenggam "kepyar", kadar air kurang. Tambahkan air secukupnya, diaduk ulang dan di-tes lagi. Nanti perbandingannya bisa dipakai sebagai referensi untuk proses berikutnya;
  6. Bila kadar air sudah tepat, masukkan hasil adukan nomor 4 ke dalam drum fermentor dimana setiap 5 sekrop diinjak-injak sampai padat dan selanjutnya dimasukkan sampai penuh, rata permukaan drum;
  7. Pasang plastik untuk "seal" agar kedap, pasang penutup drum serta ring penguncinya;
  8. Biarkan dalam pemeraman selama minimum 4 minggu supaya fermentasinya benar-benar matang. Ciri khas hasil fermentasi yang matang adalah baunya harum, manis dan asam seperti tape singkong ala Bondowoso;
  9. Bagusnya, dalam kondisi tetap tertutup dan kedap, bisa disimpan selama 24 bulan, dengan kualitas stabil bila fermentasinya menggunakan Win_Prob In Vitro dan prosesnya baik dan benar;
  10. Setelah itu bisa diberikan untuk substitusi pakan komplit dari pabrik :
> untuk pakan unggas starter, komposisinya 10% (90 kg pakan komplit + 10 kg ampas tahu fermnentasi);
> untuk pakan unggas finisher, komposisinya 20% (80 kg pakan komplit + 20 kg);
> untuk ternak sapi dan herbivora yang lain, bisa diberikan sebanyak 20% dalam konsentrat.

Senin, 21 Maret 2016

Manfaat Daging Kelinci

9 Manfaat Daging Kelinci Bagi Tubuh
Jika kelinci biasanya dekat dengan manusia sebagai hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan, maka lambat laun kelinci mulai diambil dagingnya untuk diolah menjadi makanan yang lezat dan kaya akan gizi. Olahan pada daging kelinci yang umum yang banyak ditemui, dalam bentuk sate kelinci.
Daging kelinci adalah salah satu daging yang belum banyak dikonsumsi orang, namun siapa sangka jika ternyata memiliki manfaat daging kelinci bagi kesehatan. Berikut ini adalah manfaat yang akan didapatkan jika rutin mengkonsumsi daging kelinci :
1. Kaya Nutrisi Untuk Tubuh
Daging kelinci adalah daging yang memiliki kandungan lemak yang tak jenuh. Lemak tak jenuh adalah lemak yang baik untuk kesehatan tubuh. Selain terdapat didalam daging kelinci. lemak tak jenuh juga terdapat didalam manfaat ikan. Selain lemak tak jenuh, daging kelinci juga memiliki kandungan yang bermanfaat untuk tubuh seperti protein, kolestrol, dan natrium.
2. Mengoptimalkan Pertumbuhan Anak
Kandungan protein yang terkandung pada daging kelinci sangat membantu perkembangan anak. Pemerintah juga pernah menjadikan daging kelinci sebagai bagian dari program pemerintah yang nertujuan untuk memperbaiki gizi bagi seluruh masyarakat Indonesia, namun sayangnya program tersebut kini tidak terdengar lagi gaungnya. Daging kelinci sangat layak untuk dikonsumsi seperti halnya manfaat daging sapi, manfaat daging ayam, atau manfaat daging kambing.
3. Menyehatkan Orang Lanjut Usia
Kandungan protein yang terdapat dalam daging kelinci sangat baik untuk menjaga kesehatan para lansia. Hal ini berguna untuk para lansia agar lebih sehat dan bugar, sehingga akan panjang umur. Selain mengkonsumsi daging, namun harus dibarengi dengan manfaat sayur-sayuran atau manfaat buah-buahan, agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap seimbang.
4. Menyembuhkan Penyakit Asma
Bagi penderita asma, penyakitnya ini tentunya sangat mengganggu aktivitas. Cara menyembuhkan penyakit asma secara berkala dan alami, dengan mengkonsumsi daging kelinci secara rutin. Hal ini terjadi karena adanya senyawa molekul yang dimiliki oleh hati kelinci yang bisa menghilangkan penyakit asma. Daging kelinci tersebut dapat dikonsumsi dengan cara direbus supaya kandungan gizinya tidak hilang.
5. Menjaga Kesuburan Wanita dan Vitalitas Laki-laki
Bagi perempuan juga bisa rutin untuk mengkonsumsi daging kelinci ini untuk menjaga kesuburan. Selain menjaga kesuburan, daging kelinci juga baik untuk menjaga vitalitas laki-laki. Adapun bagian otak kelinci yang dapat mempengaruhi kesehatan keduanya, sehingga energi yang di dalam daging kelinci bisa terserap lebih banyak berdasarkan jumlah protein yang dikonsumsi
Adapun manfaat lain dari mengkonsumsi daging kelinci yang belum banyak diketahui adalah sebagai berikut :
  1. Mengurangi risiko kolesterol dalam darah
  2. Meningkatkan jumlah natrium di dalam tubuh
  3. Dapat diolah menjadi makanan seperti  bakso, burger, nugget, tongseng, bakso tahu, abon dan kerupuk kulit
  4. Pembuatan serat pakaian yang terbuat dari kulit dan bulu kelinci

Jumat, 18 Maret 2016

Kompos Dari Kotoran Kelinci

Kadang kita dipusingkan dengan kotoran kelinci yang banyak dan sulit membuangnya, bahkan  dikasih-kasihkan kepada petani saja kadang menolak. Ini sangat ironis sekali.  Padahal kotoran ini sangat membantu kita semua dalam hal tanaman. Bagaimana mengolahnya?
Cara mengolah kotran kelinci :
Kotoran yang dikumpulkan, dijadikan satu tempat, kemudian dibuat formula sebagai berikut :
  • Kotoran kelinci         :    94      %
  • Calsit (batuan putih)  :      5      %
  • Bakteri pengurai       :      1      %
  • Gerajen kayu            :      4      %
Cara memprosesnya adalah : kotoran di buat berlapis dengan ketinggian 05, meter, kemudian di taburi calsit, gerajen dan bakteri, kemudian dibuat lapisan lagi 0,5 meter  dan diberi lagi calsit, gerajen dan bakteri dan seterusnya. Diamkan selama satu minggu, baru diadakan pembalikan dengan menyisir dari pinggir, setelah terbalik, kotoran dibiarkan selama lima hari, kemudian diadakan pembalikan lagi, kemudian  diamkan lagi selama empat hari baru dibalik lagi dan tunggu lima hari, maka kotoran kelinci sudah menjadi kompos tinggal mengiling atau mengayak,  (akan lebih cepat kalau setelah di balik disemprotkan GMP, agar kompos mengandung bakteri positif, sehingga sedikit yang menjadi gulma atau tanaman liar) maka jadilah kompos jadi yang siap dimanfaatkan untuk tanaman.
Kompos kelici di pertanian padi sangat membantu dan meningkatkan hasil panen. Dan untuk tanaman sayuran, hasil dari pemupukan kompos ini, sayuran lebih tahan lama (awet)  dari pembusukan
Selamat menggunakan kompos kelinci.

Manfaat Urin Kelinci

Pengertian pupuk adalah semua bahan yang ditambahkan kepada tanah dengan tujuan memperbaiki sifat fisis, sifat kimia, dan sifat biologi tanah. Sifat fisis tanah berkaitan erat dengan tingkat kegemburan tanah, porositas dan daya serap. Sifat kimia berkaitan dengan pH (tingkat keasaman) dan ketersediaan unsur hara. Sedangkan sifat biologi berkaitan dengan mikroorganisme yang hidup di dalam tanah.(ridwanaz.com). Pupuk adalah kebutuhan mendasar bagi kelangsungan kegiatan agribisnis. 
Pupuk bisa jadi mahal bisa pula menjadi barang murah, bahkan mubadzir. Semua tergantung persepsi dan sikap kita terhadapnya. Bagi peternak yang tak memiliki kebutuhan akan tanaman bisa jadi sampah yang tiada bernilai. Hal ini tentu berbeda dengan para pengelola agribisnis yang setiapkali musim tanam selalu melihat pupuk sebagai barang berharga, saking berharganya bisa pula menjadi sesuatu yang ekseklusif.
Ada banyak jenis pupuk, tetapi dari sekian jenis pupuk kandang, pupuk kelinci yang terdiri dari tahi (feses) dan kencing (urine) dipadukan, ia akan menjadi pupuk handal untuk menghasilkan produksi tanaman.
Ada banyak jenis pupuk, tetapi dari sekian jenis pupuk kandang, pupuk kelinci yang terdiri dari tahi (feses) dan kencing (urine) dipadukan, ia akan menjadi pupuk handal untuk menghasilkan produksi tanaman.
 
Satu ekor kelinci yang berusia dua bulan lebih, atau yang beratnya sudah mencapai 1 Kg akan menghasilkan 28,0 g kotoran lunak per hari dan mengandung 3 g protein serta 0,35 g nitrogen dari bakteri atau setara 1,3 g protein. (Spreaadburi dan Yono C. Rahardjo: 1978)
Di dalam kandungan pupuk tersebut, Majalah Domestik Rabbit di Amerika Serikat tahun 1990 silam menyebutkan terdapat kandungan 2,20% Nitrogen, 87% Fosfor , 2,30% Potassium, 36 Sulfur%, 1,26% Kalsium, 40% Magnesium.
Hasil riset tiga peneliti dari Balai Penelitian Ternak (Balitnak Bogor), Sajimin, Yono C. Rahardjo dan Nurhayati D. Purwantari (2005) menyimpulkan, pupuk kandang dari kotoran kelinci berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan maupun produksi rumput P.maximum dan leguminosa S.hamata setelah 6 kali panen (umur 258 hari). Sedangkan dengan penambahan probiotik pada pupuk kelinci interaksinya telah memberikan pengaruh nyata pada tanaman pakan dan meningkatkan produksi hijauan sebesar 34,8-38,0%.
Menurut penelitian tersebut, “komposisi bahan organik C:N rasio, unsur makro dan mikro lebih tinggi pada pupuk kelinci yang ditambahkan probiotik pada waktu proses dekomposisi. Penggunaan probiotik pada pupuk kelinci untuk tanaman sayuran kentang dan kubis juga berdampak positif di mana dengan perlakukantrichoderma rata-rata produksinya lebih tinggi 16,3% (kentang) dan 5% (kubis) di banding tanaman kontrol.”
Sedangkan pada tabel berikut ini menyebutkan kandungan unsur-unsur dalam feses dan urin kelinci berbanding ternak lainnya sebagai berikut.

Jenis ternak Unsur Hara

N (%) P (%) K (%) H2O (%)
Kuda (padat) 0,55 0,30 0,40 75
Kerbau (padat) 0,60 0,30 0,34 85
Sapi (padat) 0,40 0,20 0,10 85
Domba (padat) 0,75 0,50 0,45 60
Babi (padat) 0,90 0,35 0,40 80
Ayam 0,40 0,10 0,45 97
Kelinci muda* 1,6-2,0 0,43-1,3 0,4-1,0 44,7-32,5
Kelinci dewasa** 2,72 1,1 0,5 55,3
Sumber: Trubus (1996). Klaus (1985 dalam Kartadisastra (2001); Baririh, N.R, Wafiatiningsih, I.Sulistyo, R.A. Saptati BPPT Kaltim 2005)
Djiman Santoso, jutawan kelinci dari Sleman Yogyakarta sebagaimana ditulis di Tabloid Agrina 29 Nopember 2006 lalu mengatakan, “harga pupuk kotoran kelinci mencapai Rp7.500/kg, sedangkan air kencingnya Rp5.000/liter. Seratus ekor kelinci menghasilkan 25 kg kotoran basah per hari.”
Mereka yang memahami manfaat pupuk kelinci wajar jika kemudian memilihnya sebagai pendorong produktivitas. Mu’tazim Fakkih, peternak kelinci dan penggerak pertanian Serikat Islam di Klaten misalnya, sudah bertahun-tahun memanfaatkan pupuk kelinci.
Sebagaimana diulas dalam Tabloid Kontan 29 April 2009 lalu, Tazim membuktikan pupuk dan urin kelinci membuat tanaman sayuran dan buah lebih netral dan kesegarannya lebih tahan lama.  Sayangnya, sekalipun ia memiliki ratusan ekor kelinci, pasokan untuk kegiatan agribisnisnya masih kurang.

Kamis, 17 Maret 2016

Kandungan Daging Kelinci

Daging merupakan salah satu hasil produk utama ternak yang mempunyai nilai gizi tinggi selain susu dan telur. Daging yang beredar dipasaran sebagian besar adalah daging dari ternakseperti sapi, kambing, domba dan ayam. Belakangan ini banyak ditemukan beredarnya daging yang tidak sehat seperti ditemukannya daging gelonggong dan tercemar antraks pada sapi, kemudian daging tiren pada ayam. Selain kejanggalan diatas juga perlu diperhatikan dengan semakin mahalnya harga daging tersebut pada beberapa terakhir bulan ini, apalagi mendekati hari-hari besar seperti hari raya idul fitri, natal dan hari-hari besar yang lainnya.
Semakin maraknya daging gelonggong dan ayam tiren dipasaran, hal ini membuat para konsumen takut untuk membeli daging yang terbebas dari penyakit dan sehat dikonsumsi. Namun hal ini tidak perlu ditakuti, perlu diketahui selain sapi, kambing, domba, dan ayam. Kelinci merupakan salah satu komoditi peternakan yang potensial sebagai penyedia daging, dimana dalam satu siklus reproduksi seekor kelinci dapat memberikan 8 – 10 ekor anak dan pada umur 8 minggu, bobot badannya dapat mencapai 2 kg atau lebih. Secara teoritis, seekor induk kelinci dengan berat 3 – 4 kg dapat menghasilkan 80 kg karkas per tahun.
Daging kelinci jika dibandingkan dengan daging ayam, sapi, domba, dan babi, daging kelinci mengandung lemak dan kolesterol jauh lebih rendah, tetapi proteinnya lebih tinggi, Kandungan lemak kelinci sebesar 8 %, sedangkan daging ayam, daging sapi, daging domba dan daging babi masing-masing 12 %, 24 %, 14 % dan 21 %. Kadar kolesterol daging kelinci sekitar 164 mg/100 gram, sedangkan daging ayam, domba, sapi, kambing dan babi berkisar 220 – 250 mg/100 g daging. Kandungan protein daging kelinci mencapai 21 %, sementara ternak lainnya hanya 17 – 20 %.
Daging kelinci berserat halus, rasanya lezat. Kandungan airnya sedikit lebih tinggi (67,9 %) dibandingkan daging ayam (67,6 %), sapi (55,0%), atau domba (55,8%). Warna daging kelinci putih seperti daging ayam, hanya sedikit mengandung tulang dan lemak. Kalau daging ruminansia (sapi, kambing dan domba) banyak mengandung kolesterol. Sebaliknya daging kelinci termasuk rendah kolesterol. Selain tiu daging kelinci empuk dan mudah dicerna, terutama yang berasal dari kelinci muda. Daging kelinci sangat baik dikonsumsi anak-anak, remaja, maupun orang dewasa, terlebih yang lemah perut. Daging kelinci segar tahan 4 – 6 bulan disimpan dalam freezer, sementara daging yang telah dimasak akan tahan selama dua bulan. Penyimpanan dalam kulkas sebaiknya jangan lebih dari 16 jam.Untuk lebih jelasnya berikut tabel kadar kolesterol daging kelinci dan tabel kandungan gizinya jika dibandingkan dengan daging ternak lainnya.

Tabel Kadar Kolesterol Daging Kelinci Dan Jenis Ternak Lainnya
Jenis Daging
Kadar Kolesterol (Asam Lemak)
Jenuh (%)
Tak Jenuh (%)
Kelinci
39
61
Ayam
34
66
Itik
30
70
Kambing
61
39
Domba
59
41
Sapi
50
50

Tabel Kadar Gizi Daging Kelinci dibandingkan dengan Ternak Lainnya
Jenis Daging
Protein (%)
Lemak (%)
Kadar Air (%)
Kadar Kalori (%)
Kelinci
20,8
10,2
67,9
7,3
Ayam
20,0
11,0
67,6
7,5
Anak sapi
18,8
14,0
66,0
8,4
Kalkun
20,1
28,0
58,3
10,9
Sapi
16,3
22,0
55,0
13,3
Domba
15,7
27,7
55,8
13,1
Babi
11,9
40,0
42,0
18,9

Dari tabel diatas dapat kita lihat daging kelinci mempunyai keunggulan dari kandungan protein yang lebih tinggi dari daging ternak lainnya, dan mempunyai kandungan kolesterol yang rendah bila dibandingkan kandungan kolesterol daging ayam, itik, kambing, domba dan sapi. Daging dengan kandungan kolesterol yang rendah dan sampai sekarang masih terbebas penyakit, sehingga daging kelinci ini dapat dijadikan suatu alternatif sebagai pengganti daging sapi, domba dan ternak lainnya yang sekarang sudah tercemar antraks dan penyakit lainnya yang membahayakan bagi kesehatan bagi para pengkonsumsi.
Selain kandungan daging yang baik untuk dikonsumsi dan menyehatkan, daging kelinci juga bisa di buat olahan makanan seperti sate. Selain sate daging kelinci juga bisa di olah menjadi produk inovasi baru seperti abon, bakso, burger, dendeng, gule, kornet,nugget, sosis dan produk olahan lainnya yang berbahan dasar daging kelinci.

Rabu, 16 Maret 2016

Panduan Budidaya Kelinci

PENDAHULUAN 
Ternak ini semula hewan liar yang sulit dijinakkan. Kelinci dijinakkan sejak 2000 tahun silam dengan tujuan keindahan, bahan pangan dan sebagai hewan percobaan. Hampir setiap negara di dunia memiliki ternak kelinci karena kelinci mempunyai daya adaptasi tubuh yang relatif tinggi sehingga mampu hidup di hampir semua iklim seluruh dunia. Kelinci dikembangkan di daerah dengan populasi penduduk relatif tinggi. Adanya penyebaran kelinci juga menimbulkan sebutan yang berbeda. Di Eropa disebut rabbit. Di Indonesia hewani ini disebut kelinci. Sedangkan di Jawa disebut truwelu dan sebagainya.

JENIS 
Menurut sistem Binomial, bangsa kelinci diklasifikasikan sebagai berikut : 
Ordo : Lagomorpha 
Famili : Leporidae 
Sub famili : Leporine 
Genus : Lepus, Orictolagus 
Spesies : Lepus spp., Orictolagus spp. 
Jenis yang umum diternakkan adalah American Chinchilla, Angora, Belgian, Californian, Dutch, English Spot, Flemish Giant, Havana, Himalayan, New Zealand Red, White dan Black, Rex Amerika. Kelinci lokal yang ada sebenarnya berasal dari dari Eropa yang telah bercampur dengan jenis lain hingga sulit dikenali lagi. Jenis New Zealand White dan Californian sangat baik untuk produksi daging, sedangkan Angora baik untuk bulu.

MANFAAT 

Manfaat yang diambil dari kelinci adalah bulu dan daging yang sampai saat ini mulai laku keras di pasaran. Selain itu hasil ikutan masih dapat dimanfaatkan untuk pupuk, kerajinan dan pakan ternak.

LOKASI 

Dekat sumber air, jauh dari tempat kediaman, bebas gangguan asap, baubauan, suara bising dan terlindung dari predator.
PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA 
Yang perlu diperhatikan dalam usaha ternak kelinci adalah persiapan lokasi yang sesuai, pembuatan kandang, penyediaan bibit dan penyediaan pakan. 

Penyiapan Sarana dan Perlengkapan 

Fungsi kandang sebagai tempat berkembang biak dengan suhu ideal 21 derajat C, sirkulasi udara lancar, lama pencahayaan ideal 12 jam dan melindungi ternak dari predator. Menurut kegunaan, kandang kelinci dibedakan menjadi kandang induk. Untuk induk/kelinci dewasa atau induk dan anak-anaknya, kandang jantan, khusus untuk pejantan dengan ukuran lebih besar dan Kandang anak lepas sapih. 

Untuk menghindari perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan antara jantan dan betina. 


Kandang berukuran 200x70x70 cm tinggi alas 50 cm cukup 

untuk 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) ukuran 50x30x45 cm. 

Menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi: 

1) Kandang sistem postal, tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam ruangan dan cocok untuk kelinci muda. 
2) Kandang sistem ranch ; dilengkapi dengan halaman pengumbaran. 
3) Kandang battery; mirip sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid). 

Perlengkapan kandang yang diperlukan adalah tempat pakan dan minum yang 

tahan pecah dan mudah dibersihkan. 

Pembibitan 

Untuk syarat ternak tergantung dari tujuan utama pemeliharaan kelinci tersebut. Untuk tujuan jenis bulu maka jenis Angora, American Chinchilla dan Rex merupakan ternak yang cocok. Sedang untuk tujuan daging maka jenis Belgian, Californian, Flemish Giant, Havana, Himalayan dan New Zealand merupakan ternak yang cocok dipelihara. 

1) Pemilihan bibit dan calon induk 

Bila peternakan bertujuan untuk daging, dipilih jenis kelinci yang berbobot badan dan tinggi dengan perdagingan yang baik, sedangkan untuk tujuan bulu jelas memilih bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik. Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi, tidak mudah nervous, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam, lincah/aktif bergerak. 


panduan cara budidaya ternak kelinci pedaging poc nasa viterna hormonik natural nusantara distributor resmi nasa inti grow nasa
2) Perawatan Bibit dan calon induk Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian pakan yang cukup, pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari gangguan luar. 

3) Sistem Pemuliabiakan. Untuk mendapat keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat yang spesifik maka pembiakan dibedakan dalam 3 kategori yaitu: 

a. In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan menonjolkan sifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging. 
b. Cross Breeding (silang luar), untuk mendapatkan keturunan lebih baik/menambah sifat-sifat unggul. 
c. Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat bangsa/jenis baru yang diharapkan memiliki penampilan yang merupakan perpaduan 2 keunggulan bibit. 
4) Reproduksi dan Perkawinan. Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5 bulan (betina dan jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan dan mortalitas anak tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya kawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi/sore hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu pejantan dipisahkan. 

Proses Kelahiran 

Setelah perkawinan kelinci akan mengalami kebuntingan selama 30-32 hari. Kebuntingan pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina 12-14 hari setelah perkawinan, bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran induk dipindah ke kandang beranak untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan cara merontokkan bulunya. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari dengan kondisi anak lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi sekitar 6-12 ekor. 

Pemeliharaan 

1) Sanitasi dan Tindakan Preventif 
Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering agar tidak jadi sarang penyakit. Tempat yang lembab dan basah menyebabkan kelinci mudah pilek dan terserang penyakit kulit. 

2) Pengontrolan Penyakit 

Kelinci yang terserang penyakit umumnya punya gejala lesu, nafsu makan turun, suhu badan naik dan mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal ini segera dikarantinakan dan benda pencemar juga segera disingkirkan untuk mencegah wabah penyakit. 

3) Perawatan Ternak 

Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu. Anak sapihan ditempatkan kandang tersendiri dengan isi 2-3 ekor/kandang dan disediakan pakan yang cukup dan berkualitas. Pemisahan berdasar kelamin perlu untuk mencegah dewasa yang terlalu dini. Pengebirian dapat dilakukan saat menjelang dewasa. Umumnya dilakukan pada kelinci jantan dengan membuang testisnya. 

4) Pemberian Pakan 

Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput lapangan, rumput gajah, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. 

Untuk memenuhi kebutuhan pakan pada ternak kelinci perlu diberikan pakan tambahan berupa konsentrat, agar pertumbuhan ternak kelinci mencapai bobot sesuai target waktu. Pemberian nutrisi tambahan tersebut selain melalui pakan konsentrat juga diberikan melalui air minum.


Pemeliharaan Kandang 

Lantai/alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci setiap hari harus dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit. Sinar matahari pagi harus masuk ke kandang untuk membunuh bibit penyakit. Dinding kandang dicat dengan kapur/ter. Kandang bekas kelinci sakit dibersihkan dengan kreolin/lysol. 


panduan cara teknis budidaya ternak kelinci pedaging poc nasa viterna hormonik natural nusantara distributor resmi nasa inti grow
HAMA DAN PENYAKIT 
1) Bisul. Penyebab: terjadinya pengumpulan darah kotor di bawah kulit. Pengendalian: pembedahan dan pengeluaran darah kotor selanjutnya diberi Jodium. 
2) Kudis. Penyebab: Darcoptes scabiei. Gejala: ditandai dengan koreng di tubuh. Pengendalian: dengan antibiotik salep. 
3) Eksim. Penyebab: kotoran yang menempel di kulit. Pengendalian: menggunakan salep/bedak Salicyl. 
4) Penyakit telinga. Penyebab: kutu. Pengendalian: meneteskan minyak nabati. 
5) Penyakit kulit kepala. Penyebab: jamur. Gejala: timbul semacam sisik pada kepala. Pengendalian: dengan bubuk belerang. 
6) Penyakit mata. Penyebab: bakteri dan debu. Gejala: mata basah dan berair terus. Pengendalian: dengan salep mata. 
7) Mastitis. Penyebab: susu yang keluar sedikit/tak dapat keluar. Gejala: puting mengeras dan panas bila dipegang. Pengendalian: dengan tidak menyapih anak terlalu mendadak. 
8) Pilek. Penyebab: virus. Gejala: hidung berair terus. Pengendalian: penyemprotan antiseptik pada hidung. 
9) Radang paru-paru. Penyebab: bakteri Pasteurella multocida. Gejala: napas sesak, mata dan telinga kebiruan. Pengendalian: diberi minum Sul-Q-nox. 
10) Berak darah. Penyebab: protozoa Eimeira. Gejala: nafsu makan hilang, tubuh kurus, perut membesar dan mencret darah. Pengendalian: diberi minum sulfaquinxalin dosis 12 ml dalam 1 liter air. 
11) Hama pada kelinci umumnya merupakan predator dari kelinci seperti anjing. 

Pada umumnya pencegahan dan pengendalianhama dan penyakit dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan kandang, pemberian pakan yang sesuai dan memenuhi gizi dan penyingkiran sesegera mungkin ternak yang sakit. 


PANEN 

1. Hasil Utama 
Hasil utama kelinci adalah daging dan bulu 

2. Hasil Tambahan 

Hasil tambahan berupa kotoran untuk pupuk